ALL

Tujuan Mendikbud Soal ‘Full Day School’ Tidak Jelas

By  | 
Hari Pertama Sekolah - Sejumlah orang tua menemani anaknya sebagai siswa baru saat hari pertama sekolah di SD Negeri Langensari, Bandung, Jawa Barat, Senin (27/7). Meski hanya sebatas mengantar, keberadaan orang tua yang mendampingi anaknya dalam hari pertama sekolah siswa baru di SD sangat membantu perkembangan mental anak dengan menumbuhkan rasa percaya diri serta membangun psikologis pertumbuhannya.Kompas/Rony Ariyanto Nugroho (RON)27-07-2015

Hari Pertama Sekolah – Sejumlah orang tua menemani anaknya sebagai siswa baru saat hari pertama sekolah di SD Negeri Langensari, Bandung, Jawa Barat, Senin (27/7). Meski hanya sebatas mengantar, keberadaan orang tua yang mendampingi anaknya dalam hari pertama sekolah siswa baru di SD sangat membantu perkembangan mental anak dengan menumbuhkan rasa percaya diri serta membangun psikologis pertumbuhannya.Kompas/Rony Ariyanto Nugroho (RON)27-07-2015

Hari Pertama Sekolah - Sejumlah orang tua menemani anaknya sebagai siswa baru saat hari pertama sekolah di SD Negeri Langensari, Bandung, Jawa Barat, Senin (27/7). Meski hanya sebatas mengantar, keberadaan orang tua yang mendampingi anaknya dalam hari pertama sekolah siswa baru di SD sangat membantu perkembangan mental anak dengan menumbuhkan rasa percaya diri serta membangun psikologis pertumbuhannya.Kompas/Rony Ariyanto Nugroho (RON)27-07-2015

Hari Pertama Sekolah – Sejumlah orang tua menemani anaknya sebagai siswa baru saat hari pertama sekolah di SD Negeri Langensari, Bandung, Jawa Barat, Senin (27/7). Meski hanya sebatas mengantar, keberadaan orang tua yang mendampingi anaknya dalam hari pertama sekolah siswa baru di SD sangat membantu perkembangan mental anak dengan menumbuhkan rasa percaya diri serta membangun psikologis pertumbuhannya.Kompas/Rony Ariyanto Nugroho (RON)27-07-2015

KedaiPena.Com – Psikolog Pendidikan, Karina Adistiana mengkritik tujuan dicetuskannya program ‘full day school’ oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy.

“Kalau saya lihatnya ini full day school ujug-ujug ada diucapkan Menteri, tapi tujuannya apa? Permennnya juga enggak jelas ngomongnya apa,” ucap Karina di Jakarta, Minggu (18/6).

Selain itu, Karina juga mempertanyakan paradigma pendidikan yang saat ini dipegang oleh Kemendikbud.

Sebab, melalui program ‘full day school’ sangat nampak pemerintah hanya berfikir bahwa pendidikan ialah bangunan sekolah.

“Padahal pendidikan bukan hanya di sekolah saja melainkan harus di lihat secara luas baik itu di masyarakat ataupun pendidikan alternatif,” ujarnya lagi.

Daripada mengurusi kuantitas jam belajaryang tujuannya belum jelas ke arah mana, pemerintah harusnya bisa menyisir permasalahan kualitas pendidikan.

Salah satu contoh dengan lebih mengembangkan konteks pendidikan kedaerahan di masing-masing sekolah.

“Kementerian kenapa enggak bantu daerah cari konteks daerahnya sistemnya bukan langsung ke hilir ke siswanya tapi sistem gimana cari daerah atasi permasalahan daerahnya,” pungkasnya.

Laporan: Muhammad Hafidh

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *