ALL

Pemahaman terhadap Pancasila Melemah Penyebab Menguatnya Isu Komunisme

By  | 
KedaiPena.Com - Pekerja membersihkan ruang Sidang Utama, Gedung Kura Kura, Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (8/8), tempat Sidang Tahunan MPR-DPR-DPD yang akan digelar. Pembersihan ini dilakukan secara teliti, mulai dari bangku, hingga patung burung garuda pancasila. Sidang Tahunan yang akan digelar pada 16 Agustus yang dihadiri Presiden Jokowi untuk menyampaikan Pidato Kenegaraan. Foto: Tkr/KedaiPena.Com

Pekerja membersihkan ruang Sidang Utama, Gedung Kura Kura, Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (8/8), tempat Sidang Tahunan MPR-DPR-DPD yang akan digelar. Pembersihan ini dilakukan secara teliti, mulai dari bangku, hingga patung burung garuda pancasila. Sidang Tahunan yang akan digelar pada 16 Agustus yang dihadiri Presiden Jokowi untuk menyampaikan Pidato Kenegaraan. Foto: Tkr/KedaiPena.Com

KedaiPena.Com РAnggota MPR RI Hermanto menyebutkan, menguatnya isu komunisme akhir-akhir ini merupakan indikator minimnya pemahaman dan penghayatan masyarakat terhadap Pancasila. Saatnya para pemimpin bangsa menyadari hal ini.  Negara harus secara terus-menerus melakukan sosialisasi Pancasila.

“Para pemimpin bangsa harus kompak meyakinkan rakyat akan pentingnya Pancasila sebagai pegangan hidup bersama dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan demikian diharapkan bangsa ini mampu bertahan dari terpaan isu komunisme dan juga liberalisme yang semakin menguat belakangan ini”, papar Hermanto¬† pada kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di SMK 5 Banca, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, Sabtu (22/9).

Lebih jauh Hermanto mengaku heran dengan mencuatnya isu yang pernah membuat bangsa Indonesia trauma. “Seharusnya ini tidak terjadi karena bangsa Indonesia trauma dengan komunisme. Bangsa Indonesia punya pengalaman pahit dengan peristiwa G30S PKI yang mencoba melakukan kudeta dan melakukan pembantaian terhadap anak bangsa,” tuturnya.

“Dan sampai saat ini, paham komunisme masih dilarang. Larangan itu termaktub dalam Ketetapan MPR No. 25 tahun 1966”, kata legislator FPKS dari Dapil Sumbar I ini.

Laporan: Muhammad Hafidh

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *