ALL

Kontestan Audisi Duwis Tapteng 2017, Ingin Tangani Sampah Hingga Pamerkan Budaya ke Luar Negeri

By  | 
Peserta audisi Duta Wisata Tapteng 2017 | Foto: Dom

Peserta audisi Duta Wisata Tapteng 2017 | Foto: Dom

KedaiPena.Com – Audisi Duta Wisata Kabupaten Tapanuli Tengah 2017 akhirnya memasuki tahap akhir. Yakni yang digelar di kantor Dinas Pariwisata Tapteng, Sabtu (12/8) sebagai wilayah terakhir pelaksanaan audisi.

Sedikitnya 120 kontestan putra dan putri mengikuti audisi tersebut dengan bergiliran masuk dalam ruangan pengujian. Terlihat para kontestan yang menunggu giliran mempersiapkan diri menghadapi berbagai pertanyaan dewan penguji.

Hari Antoni Tamba (18) dari kecamatan Tapian Nauli mengaku mengikuti audisi tersebut tidak saja untuk menambah pengamalan. Hari mengaku membekali dirinya dengan sebuah visi, yakni peningkatan kepariwisataan berbasis kebersihan lingkungan hidup.

“Kalau terpilih ingin meningkatkan Pariwisata Tapteng, ya objek wisata pantai, air terjun, kalau bisa dibuat tempat sampah, karena saya melihat tempat-tempat wisata kotor kali, ingin juga terlibat dalam.penyadaran masyarakat soal menjaga lingkungan,” tutur remaja yang duduk di kelas 3 SMA ini.

Visi berbeda diutarakan Syafira Rahman Sitompul dari Kecamatan Pandan. Putri yang duduk di kelas 3 MAN Pandan ini mengaku mendukung pembangunan keragaman seni dan budaya di Tapanuli Tengah.

Ia mencontohkan pesta kebudayaan yang pernah digelar di pantai Bosur. Menurut dia, pagelaran seni dan kebudayaan tersebut seharusnya terpromosikan tidak saja keluar daerah, melainkan hingga ke luar negeri.

“Misalnya seperti acara di pantai bosur, dikembangkan agar dikenal keluar daerah bahkan ke manca negara,” kata Syafira.

Ia bahkan menilai, seni dan kebudayaan lokal akan sanggup bersaing dengan berbagai kebudayaan negara lain di dunia. Kendati, harus pula didukung oleh kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian budaya tersebut.

“Sanggup (bertarung dengan budaya lain di dunia-red), apabila masyarakat bisa meyakinkan masyarakat luar, karena semua tergantung ke masyarakatnya juga,” papar Syafira.

Laporan: Dom

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *