ALL

Indonesia Begitu Kuat, Maka Diperebutkan dengan Cara ‘Proxy War’

By  | 
Penerjun payung membawa bendera raksasa Merah Putih dalam peringata HUT TNI ke-72 | Foto: Dok KedaiPena.Com

Penerjun payung membawa bendera raksasa Merah Putih dalam peringatan HUT TNI ke-72 | Foto: Dok KedaiPena.Com

KedaiPena.Com – Dunia saat ini sedang mengalami krisis ekonomi dan akan berdampak pada depresi ekonomi. Hal ini mengakibatkan meningkatnya kejahatan, konflik dan kompetisi global disebabkan perkembangan penduduk dunia yang luar biasa. Sementara itu energi dan pangan makin berkurang.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan pembekalan kepada peserta Apel Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) Polri dengan Tema “Polri Yang Profesional Modern Terpercaya (Promoter) Dalam Rangka Mensukseskan Pemilu 2018” di Auditorium Ghraha Cendikia Akademi Kepolisian, Semarang Jawa Tengah, ditulis Selasa (10/10).

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa, ancaman nyata bangsa Indonesia adalah kompetisi global antar negara, salah satunya kompetisi antar manusia dalam bentuk migrasi lintas negara untuk mencari kehidupan yang lebih baik.
“Ini menjadi suatu peringatan dan harus kita waspadai, karena Indonesia sebagai salah satu negara ekuator yang kaya akan sumber daya alam,” katanya.

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, konflik antar negara di seluruh dunia saat ini sejatinya dilatarbelakangi oleh perebutan energi dan pangan. “Ke depan, konflik di dunia akan bergeser ke daerah ekuator salah satunya Indonesia,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengutip pernyataan Presiden RI Bung Karno yang mengingatkan kita tentang  kekayaan alam Indonesia akan membuat iri negara-negara lain di dunia. Begitu juga Presiden RI Ir. Joko Widodo pada saat disumpah di Senayan dalam sambutannnya mengatakan bahwa kaya akan sumber daya alam justru akan menjadi petaka.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo  mengatakan bahwa kita harus waspada karena sebenarnya ini yang kita hadapi sekarang di Indonesia. Menurutnya, Indonesia begitu kuat maka diperebutkan dengan cara ‘proxy war’ dan tidak dengan senjata, akan tetapi bagaimana menggunakan orang-orang di negara ini menjadi jajahan negara lain untuk menggerogoti negara sendiri.

Laporan: Muhammad Hafidh

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *