ALL

FOTO: Laporan BPK Soal Kerugian Negara pada Pelindo

By  | 

 

KedaiPena.Com – Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Moermahadi Soerja Djanegara didampingi Anggota VII BPK Eddy Mulyadi Soepardi menyerahkan laporan hasil pemeriksaan investigatif atas perpanjangan perjanjian kerjasama pengelola dan pengoperasian PT. JICT antara Pelindo II dengan Hutchison Port Holding (HPH), kepada Ketua DPR Setya Novanto didampingi Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah di ruang Pimpinan DPR, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (13/6). Dalam laporannya BPK menyimpulkan adanya indikasi kerugian negara pada PT Pelindo II, minimal sebesar USD306 juta ekuivalen Rp4,08 Triliun (kurs tengah Bank Indonesia per 2 Juli 2015 sebesar Rp13.337/USD). Foto: Tkr/KedaiPena.Com

Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Moermahadi Soerja Djanegara (kedua dari kiri) didampingi Anggota VII BPK Eddy Mulyadi Soepardi (kiri) menyerahkan Laporan hasil pemeriksaan Investigatif atas perpanjangan perjanjian kerjasama pengelola dan pengoperasian PT.JICT antara Pelindo II dengan Hutchison Port Holding (HPH), kepada Ketua DPR Setya Novanto (tengah) didampingi Wakil Ketua DPR Fadli Zon (kanan) dan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah (kedua dari kanan), di ruang Pimpinan DPR, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (13/6). Dalam Laoprannya BPK menyimpulkan adanya indikasi kerugian Negara pada PT Pelindo II, minimal sebsar USD306 juta ekuivalen Rp4,08 Triliun (kurs tengah Bank Indonesia per 2 Juli 2015 sebesar Rp13.337/USD). Foto: Tkr/KedaiPena.Com
Caption
Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Moermahadi Soerja Djanegara (kedua dari kiri) didampingi Anggota VII BPK Eddy Mulyadi Soepardi (kiri) menyerahkan Laporan hasil pemeriksaan Investigatif atas perpanjangan perjanjian kerjasama pengelola dan pengoperasian PT.JICT antara Pelindo II dengan Hutchison Port Holding (HPH), kepada Ketua DPR Setya Novanto (tengah) didampingi Wakil Ketua DPR Fadli Zon (kanan) dan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah (kedua dari kanan), di ruang Pimpinan DPR, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (13/6). Dalam Laoprannya BPK menyimpulkan adanya indikasi kerugian Negara pada PT Pelindo II, minimal sebsar USD306 juta ekuivalen Rp4,08 Triliun (kurs tengah Bank Indonesia per 2 Juli 2015 sebesar Rp13.337/USD). Foto: Tkr/KedaiPena.Com
Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Moermahadi Soerja Djanegara didampingi Anggota VII BPK Eddy Mulyadi Soepardi menyerahkan laporan hasil pemeriksaan investigatif atas perpanjangan perjanjian kerjasama pengelola dan pengoperasian PT. JICT antara Pelindo II dengan Hutchison Port Holding (HPH), kepada Ketua DPR Setya Novanto didampingi Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah di ruang Pimpinan DPR, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (13/6). Dalam laporannya BPK menyimpulkan adanya indikasi kerugian negara pada PT Pelindo II, minimal sebesar USD306 juta ekuivalen Rp4,08 Triliun (kurs tengah Bank Indonesia per 2 Juli 2015 sebesar Rp13.337/USD). Foto: Tkr/KedaiPena.Com
Caption
Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Moermahadi Soerja Djanegara didampingi Anggota VII BPK Eddy Mulyadi Soepardi menyerahkan laporan hasil pemeriksaan investigatif atas perpanjangan perjanjian kerjasama pengelola dan pengoperasian PT. JICT antara Pelindo II dengan Hutchison Port Holding (HPH), kepada Ketua DPR Setya Novanto didampingi Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah di ruang Pimpinan DPR, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (13/6). Dalam laporannya BPK menyimpulkan adanya indikasi kerugian negara pada PT Pelindo II, minimal sebesar USD306 juta ekuivalen Rp4,08 Triliun (kurs tengah Bank Indonesia per 2 Juli 2015 sebesar Rp13.337/USD). Foto: Tkr/KedaiPena.Com
Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Moermahadi Soerja Djanegara didampingi Anggota VII BPK Eddy Mulyadi Soepardi menyerahkan laporan hasil pemeriksaan investigatif atas perpanjangan perjanjian kerjasama pengelola dan pengoperasian PT. JICT antara Pelindo II dengan Hutchison Port Holding (HPH), kepada Ketua DPR Setya Novanto didampingi Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah di ruang Pimpinan DPR, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (13/6). Dalam laporannya BPK menyimpulkan adanya indikasi kerugian negara pada PT Pelindo II, minimal sebesar USD306 juta ekuivalen Rp4,08 Triliun (kurs tengah Bank Indonesia per 2 Juli 2015 sebesar Rp13.337/USD). Foto: Tkr/KedaiPena.Com
Caption
Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Moermahadi Soerja Djanegara didampingi Anggota VII BPK Eddy Mulyadi Soepardi menyerahkan laporan hasil pemeriksaan investigatif atas perpanjangan perjanjian kerjasama pengelola dan pengoperasian PT. JICT antara Pelindo II dengan Hutchison Port Holding (HPH), kepada Ketua DPR Setya Novanto didampingi Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah di ruang Pimpinan DPR, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (13/6). Dalam laporannya BPK menyimpulkan adanya indikasi kerugian negara pada PT Pelindo II, minimal sebesar USD306 juta ekuivalen Rp4,08 Triliun (kurs tengah Bank Indonesia per 2 Juli 2015 sebesar Rp13.337/USD). Foto: Tkr/KedaiPena.Com
Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Moermahadi Soerja Djanegara didampingi Anggota VII BPK Eddy Mulyadi Soepardi menyerahkan laporan hasil pemeriksaan investigatif atas perpanjangan perjanjian kerjasama pengelola dan pengoperasian PT. JICT antara Pelindo II dengan Hutchison Port Holding (HPH), kepada Ketua DPR Setya Novanto didampingi Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah di ruang Pimpinan DPR, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (13/6). Dalam laporannya BPK menyimpulkan adanya indikasi kerugian negara pada PT Pelindo II, minimal sebesar USD306 juta ekuivalen Rp4,08 Triliun (kurs tengah Bank Indonesia per 2 Juli 2015 sebesar Rp13.337/USD). Foto: Tkr/KedaiPena.Com
Caption
Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Moermahadi Soerja Djanegara didampingi Anggota VII BPK Eddy Mulyadi Soepardi menyerahkan laporan hasil pemeriksaan investigatif atas perpanjangan perjanjian kerjasama pengelola dan pengoperasian PT. JICT antara Pelindo II dengan Hutchison Port Holding (HPH), kepada Ketua DPR Setya Novanto didampingi Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah di ruang Pimpinan DPR, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (13/6). Dalam laporannya BPK menyimpulkan adanya indikasi kerugian negara pada PT Pelindo II, minimal sebesar USD306 juta ekuivalen Rp4,08 Triliun (kurs tengah Bank Indonesia per 2 Juli 2015 sebesar Rp13.337/USD). Foto: Tkr/KedaiPena.Com
Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *