ALL

Arus Akbar: PT 20 Persen Buat Demokrasi Menjadi Semu

By  | 
Share Berita :
Warek Perbanas Institute Arus Akbar Silondae membuka acara Financial Literation Program 2018 (FLP 2018) di kampus mereka, Kuningan, Jakarta, Senin (14/5/2018). Foto: Dok KedaiPena.Com

Warek Perbanas Institute Arus Akbar Silondae membuka acara Financial Literation Program 2018 (FLP 2018) di kampus mereka, Kuningan, Jakarta, Senin (14/5/2018). Foto: Dok KedaiPena.Com

KedaiPena.Com – Akademisi Perbanas Institute mendukung penuh gugatan yang kembali dilayangkan ke Mahkamah Konstitusi (MK) soal ‘Presidential Treshold’ (PT) 20 persen pada pemilu nanti.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor Perbanas Institute Arus Akbar Silondae saat dikonfirmasi oleh KedaiPena.Com, Senin (18/6/2018).

“Kalau dengan dibatasi 20 persen itu jadi demokrasi seperti semu. Itu konteksnya membatasi pilihan rakyat sebab kalau 20 persen kan hanya satu calon dan dua calon presiden saja,” ujar Arus begitu ia disapa.

Arus melanjutkan, PT 20 persen juga terkesan seperti tidak memberikan kesempatan kepada figur-figur yang mempuni untuk menjadi pemimpin.

Padahal, lanjut Arus, jika diketahui Indonesia sendiri banyak memiliki putra-putri terbaik yang mampu menjadi pemimpin bangsa.

“Harusnya tidak usah diatur dan tidak usah dibatasi ini (PT 20 persen) terkesan sekali untuk menggiring pilihan kepada satu dan dua calon saja,” imbuh Arus yang memiliki latar belakang hukum ini.

Arus menyarankan, bahwa idealnya setiap partai yang sudah memiliki kursi di Senayan dapat mengusung calonnya masing-masing. Sehingga, nantinya rakyat sendiri yang akan memilih.

“Masyarakat kita sekarang tingkat pendidikannya juga sudah tinggi demokrasi nya juga semakin baik. Melek politik dan demokrasi. Harusnya tidak dibatasi. Rakyat tahu mana yang bisa mensejahterakan mereka,” pungkas Arus.

Laporan: Muhammad Hafidh

Facebook Comments
Share Berita :

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.